I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengembangan
pertanian lahan kering merupakan alternatif yang sangat penting untuk
mengalihkan paradigma lahan sawah sebagai tulang punggung pertanian dan sebagai
pemenuhan utama produksi pangan nasional apalagi baru-baru ini adanya program
pemerintah, Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) di daerah Aceh kecamatan
Dewantara. Hal ini sangat beralasan karena lahan-lahan persawahan di Indonesia
umumnya telah banyak mengalami alih fungsi menjadi lahan pertanian. Tantangan lain dari lahan pertanian sawah
adalah kemunduran produktivitas karena intervensi manusia yang sangat intensif.
Dengan demikian pertanian lahan kering diharapkan mampu memiliki andil yang
signifikan terhadap pengembangan potensi wilayah. Di karenakan banyaknya lahan
sawah yang tidak bisa di airi di lokasi P2BN, dari itu judul dari tugas ini Strategi Pengelolaan Pertanian
Lahan Kering Berwawasan Lingkungan.
Meskipun
potensi pemanfaatan lahan kering untuk pengembangan pertanian sangat besar,
perlu dicermati pula bahwa ciri khas agroekosistem lahan kering relatif rentan
terhadap degradasi sehingga dalam pengelolaan jangka panjang harus lebih
berhati-hati dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian dan kesinambungan
produktivitas lahan (dryland sustainable agriculture). Tidak sekedar
masalah biofisik lahan yang lemah, lahan kering juga memiliki masalah sosial-ekonomi
yang cukup kompleks. Pendekatan dalam pengelolaan pertanian lahan kering
tampaknya harus berorientasi pada pendekatan agroekosistem wilayah dengan tetap
memperhatikan aspek sosial budaya spesifik daerah sebagai komponen pendekatan
wilayah.
B. Tujuan
a.
Merupakan
iptek yang berwawasan lingkungan dengan penerapan paket teknologi budidaya
tepat guna
b.
Lahan kering dengan menggunakan
teknologi baru, supaya hasilnya dapat meningkat
c.
Untuk mendapatkan konsep yang
sama mengenai penilaian baik dan buruk bagi semua manusia dalam ruang dan waktu
tertentu.
C.
Manfaat
a. Untuk konservasi air pengembangan
pertanian lahan kering jangka panjang
b. Agar persaingan dalam pelayanan berlangsung secara sehat sehingga dapat
menjamin mutu pengembangan lahan kering
c.
Supaya dapat berlatih strategi
pengelolaan pertanian lahan kering.
II.
STRATEGI PENGELOLAAN PERTANIAN LAHAN KERING BERWAWASAN LINGKUNGAN
Pengelolaan lahan kering
sebagai lahan produktif merupakan salah satu alternatif yang prospektif
mengingat potensi luas arealnya sangat besar dan potensi produktivitas lahannya
masih sangat terbuka untuk ditingkatkan. Pengelolaan pertanian lahan kering
sesungguhnya tidak mudah, karena sangat berkaitan dengan permasalahan lahan
kering yang cukup kompleks baik dari sumber daya lahannya dan sumber daya
manusianya. Karena itu dalam pencarian strategi pengelolaan yang tepat, dalam
memfungsikan lahan kering sebagai lahan produktif diperlukan pendekatan
holistik dengan mengenali secara seksama tipe agroekosistem lahan kering yang
bersifat spesifik lokasi dengan tidak meninggalkan ciri-ciri alamiahnya
serta kondisi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat setempat.
Beberapa
aspek penting yang merupakan prasyarat agar terwujudnya sistem pengelolaan
lahan kering tepat guna meliputi: (a) aspek biofisik, (b) aspek ekonomi, (c)
aspek sosial budaya dan (d) aspek kelembagaan yang ditunjang dengan kebijakan-kebijakan yang memadai. Keempat aspek
tersebut secara bersama menentukan terwujudnya sistem pengelolaan yang tepat
guna pada usaha tani lahan kering yang berkelanjutan dan berwawasan agribisnis.
1. Strategi pengelolaan lahan kering dari aspek biofisik
Aspek
biofisik pada suatu sistem pengelolaan pertanian lahan kering meliputi
faktor-faktor yang berkaitan dengan kemampuan dan kesesuaian lahan serta
peningkatan kualitas dan produktivitas lahan. Paket teknologi alternatif yang
akan diterapkan dalam rangka peningkatan kualitas dan produktivitas lahan
haruslah dapat memberikan kompensasi keterbatasan kemampuan alamiah lahan
tersebut. Dalam hal ini teknologi yang sesuai adalah teknologi tepat guna yang
mengutamakan daya dukung lahan, baik dilihat dari upaya mengeliminasi pengaruh
erosi maupun faktor-faktor pembatas kesuburan tanah dan keterbatasan
ketersediaan air.
Penerapan
teknologi tersebut dapat berbeda antara wilayah tangkapan hujan (pluvial),
wilayah konservasi air dan wilayah pengguna air.
Bagi wilayah tangkapan hujan, penerapan teknologinya ditujukan untuk:
- Memperbesar infiltrasi dan perkolasi untuk memperkaya air tanah dan debit sumber-sumber arteris.
- Mempertinggi daya simpan air tanah melalui penghijauan dan reboisasi
Pada wilayah
konservasi air (freatik) difokuskan pada upaya sebagai berikut:
- Mencegah erosi lapisan tanah melalui penerapan sistem olah tanah konservasi, pemberian mulsa organik, pembuatan terasering dan pertanaman menurut kontur, system budidaya tanaman lorong (Alley cropping).
- Memperbesar daya tampungan air hujan dan air permukaan melalui pembuatan tandon air, bendungan dan embun. Hasil panenan air hujan di wilayah lahan kering dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan air paska musim hujan.
Sedangkan implimentasi
teknologi di wilayah pengguna air diarahkan pada tindakan :
a. Meningkatkan efisiensi pemanfaatan air melalui pemilihan varietas komoditas tanaman pangan yang toleran
terhadap kekeringan, pengembangan pola pertanaman campuran pangan - legum serta
rotasi tanaman
b. Merawat
kesuburan tanah melalui konsep pengelolaan pertanian organik yang ramah
lingkungan dan sistem olah tanah konservasi. Teknologi budidaya yang memadukan
konsep efisiensi pemanfaatan air dan perawatan kesuburan tanah di lahan kering
telah banyak tersedia.
2. Strategi
pengelolaan lahan kering dari aspek ekonomi
Tinjauan
aspek ekonomi dalam kaitannya dengan pengembangan lahan kering sebagai lahan
produktif meliputi: (a) Manfaat finansial dan ekonomi bagi unit pelaku usaha,
dan (b) Manfaat secara luas bagi pengembangan ekonomi wilayah. Untuk itu
diperlukan analisis kelayakan usaha ditinjau dari sudut kepentingan pelaku
usaha dan kelayakan dari sudut kepentingan sosial ekonomi secara keseluruhan.
Salah satu contohnya adalah introduksi teknologi budidaya konservasi di lahan
kering melalui pengaturan pola tanam tumpang gilir legum- tanaman pangan
disertai aplikasi keseimbangan pupuk anorganik-organik dan hayati dan pemanenan
air hujan. Dengan demikian, strategi pengelolaan pertanian lahan kering tidak
hanya sekedar berorientasi pada peningkatan produktivitas lahan tetapi harus
merupakan strategi jangka panjang untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas
tanah/lingkungan.
3. Strategi pengelolaan lahan kering dari aspek sosial-budaya
a.
Aspek
sosial-budaya yang menjadi prasyarat penting dalam pengembangan lahan kering
adalah peran aktif masyarakat. Terkait dengan aspek ini, strategi pengelolaan
lahan kering yang diterapkan harus mampu menumbuh kembangkan partisipasi
masyarakat dalam berbagai kegiatan pertanian. Dalam hal ini diperlukan perlibatan
berbagai pihak, pemerintah, LSM, investor dan tokoh informal masyarakat sebagai
dinamisator. Bentuk-bentuk kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan SDM dapat
dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan, ataupun penyampaian informasi lain
yang dibutuhkan masyarakat. Dalam hubungannya dengan pencapian tujuan dari
pengembangan lahan kering, hendaknya kegiatan penyuluhan ìni, pelaksanaan,
pemantauan, evaluasi dan pengawasan serta pengendalian.
b.
Pelaksanaan,
pemantauan, evaluasi dan pengawasan serta pengendalian.
c.
Pembinaan
dan pengembangan sumberdaya manusia untuk mendukung pengembangan kelembagaan.
d.
Penataan
keterkaitan sosial dan ekonomi antara masyarakat daerah hulu dan hilir, antara
masyarakat perkotaan dan pedesaan.
e.
Penegakan
hukum yang mengatur pemanfaatan sumberdaya lahan.
f.
Pola
pengembangan pertanian lahan kering seharusnya teragenda di dalam Renstra
Pemerintah Daerah.
III. PENUTUP
Keberpalingan
terhadap pengembangan pertanian lahan kering harus segera diwujudkan, seiring
dengan pergeseran paradigma pengembangan pertanian intensif di lahan basah
sebagai penopang utama kebutuhan pangan nasional. Mengingat rentannya lahan
kering baik dari segi biofisik
lahan dan sosial ekonomi masyarakat, maka pengelolaan lahan
kering yang tepat guna harus berazas wawasan lingkungan, yaitu dengan memahami
secara paripurna sifat dan ciri agroekosistem wilayah serta karakteristik
sosial-ekonomi dan budaya masyarakat wilayah sasaran. Hal ini penting untuk
menghantarkan pengelolaan pertanian lahan kering yang tidak hanya sekedar meningkatkan
kualitas biofisik lahan dan
produktivitasnya (kesinambungan
sumberdaya alam) tetapi juga harus berimplikasi terhadap kesinambungan peningkatan pendapatan dengan
wawasan agribisnis dan didukung oleh pembangunan infrastruktur ekonomi. Masukan
teknologi budidaya dan konservasi air, serta prioritas diversifikasi komoditi
unggulan lahan kering harus sesuai dengan kondisi agroekosistem wilayah, dapat
diterima oleh masyarakat setempat dan memberikan nilai tambah bagi pendapatan
usaha tani. Pola pengembangan
lahan kering secara terstruktur menjadi agenda Renstra Pemerintah Daerah.
Koordinasi harmonis antara sektor pelaku pembangunan pertanian lahan kering
dengan masyarakat petani dalam pembinaan SDM dan kelembagaan harus dikembangkan
dengan tetap mengacu pada aspek pemberdayaan masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Justika,
S.B, dkk. 1997. Konsepsi dan Teknologi
Konservasi Air pada Lahan Berlereng. Dalam Sumberdaya Air dan Iklim dalam
Mewujudkan Pertanian yang efisien.
Ma`shum, M. 1990. Studi Tahana Bahan Organik Tanah.
Ma`shum,
M., Mahrup, Sukartono, dan Lollita, E.S. (1994). Perilaku Hara Kalium Akibat
Pemberian Pupuk Kandang pada Pertanaman Padi Gogo Lahan Kering.
Ma`shum,
M., Lolita, E.S., Sukartono, dan Soemeinaboedhy, I.N. 2000. Teknik Pemanenan Aliran Permukaan lahan Kering. Journal Agroteksos, Vol 11-3, 2000.
Casinos Near Harrah's Casino and Resort - MapYRO
BalasHapusThis casino is 1.9 mi (1.9 광양 출장마사지 km) from Harrah's Casino and 2.9 mi (1.6 km) from Tropicana 군산 출장안마 Casino. 정읍 출장마사지 It is located 서산 출장안마 in Murphy, 춘천 출장안마 North Carolina.