Rabu, 03 Oktober 2012

SISTEM PERTANIAN

-->
I.       PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Pengembangan pertanian lahan kering merupakan alternatif yang sangat penting untuk mengalihkan paradigma lahan sawah sebagai tulang punggung pertanian dan sebagai pemenuhan utama produksi pangan nasional apalagi baru-baru ini adanya program pemerintah, Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) di daerah Aceh kecamatan Dewantara. Hal ini sangat beralasan karena lahan-lahan persawahan di Indonesia umumnya telah banyak mengalami alih fungsi menjadi lahan pertanian. Tantangan lain dari lahan pertanian sawah adalah kemunduran produktivitas karena intervensi manusia yang sangat intensif. Dengan demikian pertanian lahan kering diharapkan mampu memiliki andil yang signifikan terhadap pengembangan potensi wilayah. Di karenakan banyaknya lahan sawah yang tidak bisa di airi di lokasi P2BN, dari itu judul dari tugas ini Strategi Pengelolaan Pertanian Lahan Kering Berwawasan Lingkungan.
Meskipun potensi pemanfaatan lahan kering untuk pengembangan pertanian sangat besar, perlu dicermati pula bahwa ciri khas agroekosistem lahan kering relatif rentan terhadap degradasi sehingga dalam pengelolaan jangka panjang harus lebih berhati-hati dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian dan kesinambungan produktivitas lahan (dryland sustainable agriculture). Tidak sekedar masalah biofisik lahan yang lemah, lahan kering juga memiliki masalah sosial-ekonomi yang cukup kompleks. Pendekatan dalam pengelolaan pertanian lahan kering tampaknya harus berorientasi pada pendekatan agroekosistem wilayah dengan tetap memperhatikan aspek sosial budaya spesifik daerah sebagai komponen pendekatan wilayah.
B. Tujuan
a.    Merupakan iptek yang berwawasan lingkungan dengan penerapan paket teknologi budidaya tepat guna
b.    Lahan kering dengan menggunakan teknologi baru, supaya hasilnya dapat meningkat
c.    Untuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruk bagi semua manusia dalam ruang dan waktu tertentu.
C.  Manfaat
a.    Untuk konservasi air pengembangan pertanian lahan kering jangka panjang
b.    Agar persaingan dalam pelayanan berlangsung secara sehat sehingga dapat menjamin mutu pengembangan lahan kering
c.    Supaya dapat berlatih strategi pengelolaan pertanian lahan kering.

II.         STRATEGI PENGELOLAAN PERTANIAN LAHAN KERING BERWAWASAN LINGKUNGAN

Pengelolaan lahan kering sebagai lahan produktif merupakan salah satu alternatif yang prospektif mengingat potensi luas arealnya sangat besar dan potensi produktivitas lahannya masih sangat terbuka untuk ditingkatkan. Pengelolaan pertanian lahan kering sesungguhnya tidak mudah, karena sangat berkaitan dengan permasalahan lahan kering yang cukup kompleks baik dari sumber daya lahannya dan sumber daya manusianya. Karena itu dalam pencarian strategi pengelolaan yang tepat, dalam memfungsikan lahan kering sebagai lahan produktif diperlukan pendekatan holistik dengan mengenali secara seksama tipe agroekosistem lahan kering yang bersifat spesifik lokasi dengan tidak meninggalkan ciri-ciri alamiahnya serta kondisi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat setempat.
Beberapa aspek penting yang merupakan prasyarat agar terwujudnya sistem pengelolaan lahan kering tepat guna meliputi: (a) aspek biofisik, (b) aspek ekonomi, (c) aspek sosial budaya dan (d) aspek kelembagaan yang ditunjang dengan kebijakan-kebijakan yang memadai. Keempat aspek tersebut secara bersama menentukan terwujudnya sistem pengelolaan yang tepat guna pada usaha tani lahan kering yang berkelanjutan dan berwawasan agribisnis.
1.  Strategi pengelolaan lahan kering dari aspek biofisik
Aspek biofisik pada suatu sistem pengelolaan pertanian lahan kering meliputi faktor-faktor yang berkaitan dengan kemampuan dan kesesuaian lahan serta peningkatan kualitas dan produktivitas lahan. Paket teknologi alternatif yang akan diterapkan dalam rangka peningkatan kualitas dan produktivitas lahan haruslah dapat memberikan kompensasi keterbatasan kemampuan alamiah lahan tersebut. Dalam hal ini teknologi yang sesuai adalah teknologi tepat guna yang mengutamakan daya dukung lahan, baik dilihat dari upaya mengeliminasi pengaruh erosi maupun faktor-faktor pembatas kesuburan tanah dan keterbatasan ketersediaan air.
Penerapan teknologi tersebut dapat berbeda antara wilayah tangkapan hujan (pluvial), wilayah konservasi air dan wilayah pengguna air.
Bagi wilayah tangkapan hujan, penerapan teknologinya ditujukan untuk:

  1. Memperbesar infiltrasi dan perkolasi untuk memperkaya air tanah dan debit sumber-sumber arteris.
  2. Mempertinggi daya simpan air tanah melalui penghijauan dan reboisasi

Pada wilayah konservasi air (freatik) difokuskan pada upaya sebagai berikut:
  1.   Mencegah erosi lapisan tanah melalui penerapan sistem olah tanah konservasi, pemberian mulsa organik, pembuatan terasering dan pertanaman menurut kontur, system budidaya tanaman lorong (Alley cropping).
  2. Memperbesar daya tampungan air hujan dan air permukaan melalui pembuatan tandon air, bendungan dan embun. Hasil panenan air hujan di wilayah lahan kering dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan air paska musim hujan.
Sedangkan implimentasi teknologi di wilayah pengguna air diarahkan pada tindakan :
a.     Meningkatkan efisiensi pemanfaatan air melalui pemilihan varietas         komoditas tanaman pangan yang toleran terhadap kekeringan, pengembangan pola pertanaman campuran pangan - legum serta rotasi tanaman
      b.     Merawat kesuburan tanah melalui konsep pengelolaan pertanian organik yang ramah lingkungan dan sistem olah tanah konservasi. Teknologi budidaya yang memadukan konsep efisiensi pemanfaatan air dan perawatan kesuburan tanah di lahan kering telah banyak tersedia.
2.  Strategi pengelolaan lahan kering dari aspek ekonomi
Tinjauan aspek ekonomi dalam kaitannya dengan pengembangan lahan kering sebagai lahan produktif meliputi: (a) Manfaat finansial dan ekonomi bagi unit pelaku usaha, dan (b) Manfaat secara luas bagi pengembangan ekonomi wilayah. Untuk itu diperlukan analisis kelayakan usaha ditinjau dari sudut kepentingan pelaku usaha dan kelayakan dari sudut kepentingan sosial ekonomi secara keseluruhan. Salah satu contohnya adalah introduksi teknologi budidaya konservasi di lahan kering melalui pengaturan pola tanam tumpang gilir legum- tanaman pangan disertai aplikasi keseimbangan pupuk anorganik-organik dan hayati dan pemanenan air hujan. Dengan demikian, strategi pengelolaan pertanian lahan kering tidak hanya sekedar berorientasi pada peningkatan produktivitas lahan tetapi harus merupakan strategi jangka panjang untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas tanah/lingkungan.
3.  Strategi pengelolaan lahan kering dari aspek sosial-budaya
a.    Aspek sosial-budaya yang menjadi prasyarat penting dalam pengembangan lahan kering adalah peran aktif masyarakat. Terkait dengan aspek ini, strategi pengelolaan lahan kering yang diterapkan harus mampu menumbuh kembangkan partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan pertanian. Dalam hal ini diperlukan perlibatan berbagai pihak, pemerintah, LSM, investor dan tokoh informal masyarakat sebagai dinamisator. Bentuk-bentuk kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan SDM dapat dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan, ataupun penyampaian informasi lain yang dibutuhkan masyarakat. Dalam hubungannya dengan pencapian tujuan dari pengembangan lahan kering, hendaknya kegiatan penyuluhan ìni, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan pengawasan serta pengendalian.
b.         Pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan pengawasan serta pengendalian.
c.         Pembinaan dan pengembangan sumberdaya manusia untuk mendukung pengembangan kelembagaan.
d.        Penataan keterkaitan sosial dan ekonomi antara masyarakat daerah hulu dan hilir, antara masyarakat perkotaan dan pedesaan.
e.         Penegakan hukum yang mengatur pemanfaatan sumberdaya lahan.
f.          Pola pengembangan pertanian lahan kering seharusnya teragenda di dalam Renstra Pemerintah Daerah.




III.   PENUTUP
Keberpalingan terhadap pengembangan pertanian lahan kering harus segera diwujudkan, seiring dengan pergeseran paradigma pengembangan pertanian intensif di lahan basah sebagai penopang utama kebutuhan pangan nasional. Mengingat rentannya lahan kering baik dari segi biofisik lahan dan sosial ekonomi masyarakat, maka pengelolaan lahan kering yang tepat guna harus berazas wawasan lingkungan, yaitu dengan memahami secara paripurna sifat dan ciri agroekosistem wilayah serta karakteristik sosial-ekonomi dan budaya masyarakat wilayah sasaran. Hal ini penting untuk menghantarkan pengelolaan pertanian lahan kering yang tidak hanya sekedar meningkatkan kualitas biofisik lahan dan produktivitasnya (kesinambungan sumberdaya alam) tetapi juga harus berimplikasi terhadap kesinambungan peningkatan pendapatan dengan wawasan agribisnis dan didukung oleh pembangunan infrastruktur ekonomi. Masukan teknologi budidaya dan konservasi air, serta prioritas diversifikasi komoditi unggulan lahan kering harus sesuai dengan kondisi agroekosistem wilayah, dapat diterima oleh masyarakat setempat dan memberikan nilai tambah bagi pendapatan usaha tani. Pola pengembangan lahan kering secara terstruktur menjadi agenda Renstra Pemerintah Daerah. Koordinasi harmonis antara sektor pelaku pembangunan pertanian lahan kering dengan masyarakat petani dalam pembinaan SDM dan kelembagaan harus dikembangkan dengan tetap mengacu pada aspek pemberdayaan masyarakat.




DAFTAR PUSTAKA


Justika, S.B, dkk. 1997. Konsepsi dan Teknologi Konservasi Air pada Lahan Berlereng. Dalam Sumberdaya Air dan Iklim dalam Mewujudkan Pertanian yang efisien.
Ma`shum, M. 1990. Studi Tahana Bahan Organik Tanah.
Ma`shum, M., Mahrup, Sukartono, dan Lollita, E.S. (1994). Perilaku Hara Kalium Akibat Pemberian Pupuk Kandang pada Pertanaman Padi Gogo Lahan Kering.
Ma`shum, M., Lolita, E.S., Sukartono, dan Soemeinaboedhy, I.N. 2000. Teknik Pemanenan Aliran Permukaan lahan Kering. Journal Agroteksos, Vol 11-3, 2000.

1 komentar:

  1. Casinos Near Harrah's Casino and Resort - MapYRO
    This casino is 1.9 mi (1.9 광양 출장마사지 km) from Harrah's Casino and 2.9 mi (1.6 km) from Tropicana 군산 출장안마 Casino. 정읍 출장마사지 It is located 서산 출장안마 in Murphy, 춘천 출장안마 North Carolina.

    BalasHapus